Egg Drop Syndrome 1976 (EDS’ 76) ditemukan oleh Van Eck di Belanda pada tahun 1976, Kejadian penyakit ditandai dengan penurunan produksi telur disertai kondisi kulit telur yang lunak atau kerabang tipis. Kejadian serupa terjadi di Irlandia Utara pada tahun 1977, yakni adanya penurunan produksi telur pada ayam petelur meskipun sudah divaksinasi oleh vaksin Marek’s, Infectious bronchitis (IB) dan Avian encephalomyelitis (AE), juga ayam tersebut bebas terhadap Newcastle Diseases (ND). Kemudian Adenovirus berhasil diisolasi, yang diberi nama strain 127, dari ayam penderita yang secara serologis dinyatakan positif. Virus EDS berbeda dengan Adenovirus lainnya, karena dapat mengaglutinasi eritrosit unggas.
Read More